MUSEUM HAJI HIDAYAT (Museum Seni Rupa Indonesia)

MUSEUM HAJI HIDAYAT
(Museum Seni Rupa Indonesia)
Museum Haji Hidayat merupakan museum seni rupa yang dikemas dalam bangunan yang megah dan terencana terdiri dari dua lantai, diatas tanah seluas 5.000 m2 (ditambah 2.500 m2 masih berupa tanah persawahan) Museum seni rupa ini terletak di Jalan Letnan Tukiyat, Sawitan, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang (1 jam perjalanan dengan mobil dari Yogyakarta, atau di simpang tiga 2 Km menjelang Candi Borobudur). Museum ini diresmikan pada tanggal 20 April 1994 oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Museum H. Hidayat adalah wujud nyata dari sebuah impian, obsesi dan prestasi dari pelukis Widayat. Impian dan obsesinya untuk memelihara dan mengabadikan karya-karya pelukis muda, khususnya karya mahasiswa ISI Yogyakarta di sana juga terdapat karya pelukis seusia dan seangkatan Widayat seperti Fajar Sidik, Bagong Kussudihardjo, Abdullah, Rusli, Sudaso, Kurnadi, dan karya patung But Bochtar. Menyusul nama-nama dari generasi berikutnya, seperti Subroto SM, Aming Prayitno, Sudarisman, Suwajim, Harjiman, Agus Burhan, Made Djirna, Agus Kamal, Ivan Sagito, Nindityo Adi Purnomo, Kasman Ks, Cahyo Prabowo. dll.

Ide membuat museum muncul sepulang Widayat dari Jepang pada tahun 1962, setelah selama dua tahun ia belajar keramik, gardening dan ikebana di sana. Ide membuat museum itu disodorkan pertama kali oleh Fadjar Sidik yang ketika itu menjabat Ketua Jurusan Seni Lukis. Fadjar Sidik menyarankan agar mengoleksi lukisan-lukisan mahasiswa yang bagus, kelak dapat disimpan di suatu tempat khusus.  Waktu itu ASRI memang memiliki kebiasaan mengumpulkan karya-karya (lukisan) para mahasiswa. dari waktu ke waktu karya-karya yang hanya ditumpuk di gudang dan terus bertambah, hingga gudang penuh. Akhirnya karya-karya tersebut tak tertampung, gudang dikosongkan, lukisan diambil oelh siapa saja yang mau. Banyak lukisan bagus, karya mahasiswa yang berprestasi dan sekarang sudah memiliki nama, hilang begitu saja. Peristiwa itulah yang mendorong munculnya usulan Fadjar Sidik, untuk membuat museum khusus.
Sumber:
- Dari berbagai sumber

Currently have 1 komentar:

Leave a Reply